bintang nun tinggi diawangan
ku pandang dr kejauhan
keluh menyapa sepi
sendu memanggil gelapku
ku tutur bahasa rindu
ku ucap panggilan sayang
kosong..hilang...
mencari dan mencari
itu bkn kudratku
bila ku tatap bayangan resah
lambang hitam menjejak ku
lantas ku berlari
menjauh kan diri drpd dinodai
tp harus kemana??
diri dah tak berdaya menanggung dosa
bila ku pandang bintang
bukan ku harapkan bintang yang terlalu bersinar
cukuplah yang mampu menerangi malamku
bila ku menutur bahasa indah
bukan ku mengharap suara yang merdu untuk membalas
cukuplah sopan dan santun balasannya
bukan kemahuan aku untuk berada disini
berada dalam dunia penuh dengan kepalsuan
masa dan kehidupan memaksa aku terus dihanyut
hingga kan diri ini tidak gigih untuk bangun
dan menentang mereka yang memandang hina padaku
bukan ku pinta balasan yang setinggi gunung
bukan ku pinta dipijak dan diludah hingga diri terasa keji
apa yang ku pinta diri ini dipandang sama
diri ini dilayan seumpama manusia
ttp bukan BINATANG!!!
peluh masih lagi di dahi
keringat yang ku keluar dimalam ini dipenuhi dosa
kudrat ku di malam ini diselubungi nafsu syaitan
sehingga diri ini terkapar- kapar kelemasan
mencari ketepian dan penghujungnyaa
andai dapat kuundurkan masa
akan ku turuti nasihat kedua ibubapaku
andai dapat kuputarkan alam
akan ku patuhi ajaran agamaku
kini aku sudah jauh kerana duniawi
bila akhirat tiba kelak
entahkan sempat atau tidak ku menadah tangan
memohon keampunan diatas dosa2ku yang lalu
harap dosaku diampunkan...
*luahan hati ku karangkan selepas membaca novel ombak rindu*
No comments:
Post a Comment